Example floating
Example floating
Profil

Kisah Agung Sriwijaya, Advokat-Kurator Palembang Pernah Dibayar Pakai Pisang hingga Menangani Perkara Strategis

48
×

Kisah Agung Sriwijaya, Advokat-Kurator Palembang Pernah Dibayar Pakai Pisang hingga Menangani Perkara Strategis

Sebarkan artikel ini

BERITA1KURATOR| AGUNG Sriwijaya, S.H, M.H., telah dikenal luas sebagai pengacara yang cerdas, berkarisma, dan juga sosok yang rendah hati asal Palembang, Sumatera Selatan. Bapak dua anak ini juga dikenal memiliki analisa hukum yang tajam dalam meneropong setiap persoalan hukum apa pun, termasuk perkara kepailitan maupun PKPU (penundaan kewajiban pembayaran utang).

Berkat keunggulan dalam dirinya tersebut Agung Sriwijaya kerap diminta menjadi pembela bagi warga yang terlilit masalah hukum, baik kalangan pengusaha maupun masyarakat ekonomi lemah. “Memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dalam menangani setiap perkara adalah komitmen saya. Setiap tangani perkara, saya dalami dulu peraturan perundang-undangannya serta yurisprudensi, baru menyusun argumen, mengumpulkan bukti-bukti, dan saksi-saksi kompoten. Tentunya juga melakukan analisis dan investigasi,” ungkap suami Hanum Dewi Recta, A. Md., S. Kes., S.E., ini.

Menurutnya, dalam perjalanan karier sebagai Advokat senior, dia telah menangani dan memenangkan ratusan perkara, terutama melibatkan perusahaan-perusahaan besar di wilayah Sumatera, termasuk Palembang. “Pendekatannya tidak sekadar normatif, tetapi juga pola strategis dengan menggabungkan analisis hukum dengan realitas praktik di lapangan,” ungkap pria yang pede dengan rambut panjangnya.

Dalam menangani sengketa atau perkara hukum, Agung tidak sendirian. Dia bekerja dalam tim, memakai papan nama “Kantor Hukum Agung Sriwijaya Law Firm”. Di bawah kepemimpinannya yang dikenal tegas namun bersahabat, terbentuk tim kerja solid berdasarkan keahlian masing-masing anggota serta saling bergantung serta saling memengaruhi satu sama lain demi untuk mencapai tujuan bersama secara efektif, sehingga makin dipercaya dan dikenal oleh masyarakat luas. Selain hasil menangi perkara di pengadilan, baik perdata maupun pidana, tim juga dimodali sikap kompak dan soliditas yang terus terjaga.

 

Suka Duka Jalani Profesi

Di Tengah pertumbuhan jumlah Advokat yang sangat pesat, Agung kini berfokus pada penanganan kepailitan, PKPU, dan perpajakan. “Saya tidak hanya berfokus pada penanganan perkara pidana dan perdata, khususnya yang berkaitan dengan korporasi dan dunia usaha, tapi juga seputar kepailitan, PKPU, dan perpajakan,” ujar pria kelahiran tahun 1990, ini.

Berkaitan dengan profesi Advokat yang tidak lepas dari tekanan stres, menurut Agung, dalam beberapa perkara besar, dia pernah berada pada situasi di mana muncul tekanan, bahkan upaya untuk mendorong dirinya mundur dari penanganan perkara tersebut, termasuk adanya oknum-oknum mafia hukum atau pun aparat penegak hukum yang tidak profesional kerap menimbulkan ancaman laten. “Namun selama perkara tersebut berada dalam koridor hukum, hal ini justru menjadi penguat komitmen saya untuk tetap independent dan berpegang pada prinsip, sebagai ditegaskan pada peranturan perundang-undangan tentang Advokat, di mana Advokat adalah penegak hukum yang bebas dan mandiri,” ujarnya.

Kenangan yang paling berkesan diingat Agung dalam memperjuangkan kepentingan hukum Klien adalah menerima bayaran berupa pisang dan buah-buahan. “Terharu atas apresiasi Klien tersebut. Walau hidupnya susah tapi berusaha menghargai saya. Adakalanya juga Klien yang berkecukupan secara materi tapi kerap pura-pura susah,” kenangnya tersenyum.

Herbert Aritonang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *